BANJIT, WAY KANAN – SDN 02 Banjit terus melakukan langkah transformatif dalam dunia pendidikan dengan memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka. Memasuki tahun ajaran baru, sekolah ini fokus pada pengembangan potensi siswa secara individual melalui pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada murid.
Kepala Sekolah SDN 02 Banjit menyatakan bahwa transisi kurikulum ini bukan sekadar perubahan administrasi, melainkan perubahan paradigma dalam mengajar. "Kami ingin memastikan setiap anak di Banjit mendapatkan ruang untuk berkembang sesuai minatnya, tanpa merasa terbebani oleh standar yang kaku," ujarnya.
Inovasi dalam Pembelajaran
Ada beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam penerapan kurikulum di SDN 02 Banjit saat ini:
P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila): Siswa diajak untuk belajar di luar kelas melalui berbagai projek tema, seperti gaya hidup berkelanjutan dan kearifan lokal.
Pembelajaran Berdiferensiasi: Guru menyusun materi yang disesuaikan dengan tingkat kesiapan dan gaya belajar masing-masing siswa (visual, auditori, maupun kinestetik).
Pemanfaatan Teknologi: Integrasi platform digital dalam asesmen harian untuk memantau perkembangan siswa secara real-time.
Fokus pada Kearifan Lokal
Salah satu keunikan Kurikulum Merdeka di SDN 02 Banjit adalah penyisipan muatan lokal yang kuat. Siswa diajarkan untuk mencintai budaya Way Kanan sejak dini, baik melalui seni tari, bahasa daerah, maupun pengenalan potensi alam di sekitar Kecamatan Banjit.
Dukungan Orang Tua dan Masyarakat
Pihak sekolah juga aktif melakukan sosialisasi kepada wali murid agar selaras dalam mendukung program literasi dan numerasi di rumah. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat bagi anak-anak di lingkungan Banjit.
Dengan semangat "Merdeka Belajar", SDN 02 Banjit berkomitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berakhlak mulia.





0 Comments